SEJARAH PROLIGA
Peluncuran Proliga merupakan hasil terobosan Rita Subowo yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Umum PP PBVSI. Ia melihat adanya kemunduran bola voli baik dari segi pembinaan, kompetisi, maupun prestasi, untuk itu perlu adanya kompetisi yang lebih profesional. Melalui Proliga, Rita berharap popularitas bola voli yang semakin menurun di masyarakat akan menjadi bergairah kembali.
Di setiap musimnya, setiap klub bola voli akan saling bertemu dengan klub lainnya pada dua putaran babak penyisihan dengan format kompetisi penuh. Empat klub di masing-masing kategori kompetisi dengan peringkat tertinggi berhak lolos ke Babak Empat Besar (Final Four).
Bergantung pada regulasi dari panitia, pada Babak Empat Besar empat klub yang telah lolos akan kembali dipertemukan, baik kembali melalui sistem kompetisi penuh, setengah kompetisi, atau bahkan langsung saling berhadapan melalui sistem gugur. Klub dengan peringkat ketiga dan keempat (atau kalah dalam pertandingan pada sistem gugur) di Babak Empat Besar akan kembali bertanding pada babak perebutan tempat ketiga. Sementara, klub berperingkat pertama dan kedua (atau menang dalam pertandingan pada sistem gugur) di babak ini akan bertemu di final. Dua pertandingan terakhir hanya dilangsungkan satu kali untuk menentukan tim peringkat ketiga dan juara Proliga di setiap musimnya.

mantab
BalasHapusGood👍
BalasHapusokee
BalasHapussangat informatif
BalasHapus